Kamis, 12 Januari 2012

ILAH DAN PENGHAMBAAN


Aqidah Islam sebenarnya merupakan kebulatan nilai yang telah menjadi suatu simpul yang kokoh dari nilai-nilai iman yang jumlahnya lebih dari 70. Termasuk di dalamnya yang paling sederhana adalah menyingkirkan duri dari jalanan dan yang paling tinggi serta sentral adalah kalimat tauhid Laa ilaaha illallah.

         
Melihat begitu pentingnya kalimat tauhid Laa ilaaha illallah yang merupakan sentral dan landasan bagi seorang muslim maka kita wajib memahami hal ihwal yang terkandung di dalam kalimat tauhid tersebut, salah satu diantaranya adalah tentang ILAH DAN PENGHAMBAAN, yang tentunya akan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai perwujudan (manifestasi) jati diri seorang muslim sejati yang dikehendaki oleh ajaran Islam yang Maha Tinggi dan Suci.

Minggu, 01 Januari 2012

PENGERTIAN WASHILAH

1.         Washilah menurut bahasa ialah “Sesuatu yang dapat mendekatkan kepada yang lain.”
2.         Di dalam kamus dinyatakan : Al-wasilah dan Al-Waasilah.
            “Almanzilatu indal maliki” yang berarti “Satu kedudukan di sisi raja”.
            Dan diartikan juga dengan “ad-darjatu” (derajat) dan “al-qurbatu” (dekat) “Wa wassala ilalahi tausila (Dia mengerjakan sesuatu amal yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah)”

Selasa, 27 Desember 2011

MA'RIFAT


  Sebagaimana telah diterangkan di atas, bahwa Ma’rifat itu merupakan tujuan pokok, yakni mengenal Allah yang sebenar-benarnya dengan keyakinan yang penuh tanpa ada keraguan sedikitpun (haqqul yaqin). Menurut Imam Al-Ghazali : “ Ma’rifat adalah pengetahuan yang tidak menerima keraguan terhadap Zat dan Sifat Allah SWT “. Ma’rifat terhadap Zat Allah adalah mengetahui bahwa sesungguhnya Allah adalah wujud Esa, Tunggal dan sesuatu Yang Maha Agung, Mandiri dengan sendiri-Nya dan tiada satupun yang menyerupai-Nya. Sedangkan ma’rifat Sifat adalah mengetahui dengan sesungguhnya Allah itu Maha Hidup, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Mendengar dan Maha Melihat dengan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Dari mengetahui tentang Zat dan Sifat Allah, maka selanjutnya Al-Ghazalipun memberi kesimpulan bahwa :

HAKEKAT

                “Hakikat adalah akhir perjalanan mencapai tujuan, menyaksikan cahaya nan gemerlapan, dari ma’rifatullah yang penuh harapan “.
                   Begitulah sebuah syair dari Sayyid Abi Bakar Ibnu Muhammad Syatha dalam bukunya yang berjudul “ Misi Suci Para sufi”. Sebuah syair yang menerangkan tentang hakikat yang sesungguhnya yang merupakan perjalanan tujuan akhir dari dua pengalaman yaitu syari’at dan thariqat. Pada anak tangga ketiga inilah tujuan akhir dari perjalanan rohani itu ada, yang sudah barang tentu ketika seorang hamba telah mencapai pada tingkat hakikat ini dia akan menemukan tujuan yang didambakan tersebut yaitu Ma’rifatullah.

MENGENAL WALI SONGO


Keberhasilan penyebaran Islam di Jawa tidak lepas dari peran Ulama Sufi  yang tergabung dengan Wali Songo. Proses Islamisasi yang dilakukan Wali Songo berlansung pada abad ke-15 (masa kesultanan Demak).

Keberhasilan penyebaran Islam di Jawa tidak lepas dari peran Ulama Sufi  yang tergabung dengan Wali Songo. Proses Islamisasi yang dilakukan Wali Songo berlansung pada abad ke-15 (masa kesultanan Demak).