Minggu, 25 Desember 2011

HAJI LAHIRIAH DAN HAJI HATI


 Orang awam menunaikan ibadah haji dengan badannya. Karena itu, ketika mengerjakan amalan-amalan haji, dia selalu teringat untuk memuaskan tuntutan badannya akan makanan, minuman, dan pakaian, seolah –olah dia sedang berada di rumah, sebuah prilaku untuk memuaskan hawa nafsunya.
Selain itu, ada pula orang yang menjalankan ibadah haji seakan-akan hendak berwisata, bersenang-senang melihat negeri orang, mencari kekurangan negeri itu sebagai oleh-oleh yang akan diceritakannya kepada banyak orang di negerinya setelah ia kembali dari perjalanan haji.

IBADAH HAJI PARA SUFI


Ibadah haji yang dilakukan oleh para sufi memerlukan bekal yang cukup sebelum berangkat ke tanah suci. Hal yang dilakukan pertama kali oleh mereka adalah mendapatkan pembimbing atau syeikh yang dapat dikasihi, dihormati, dipatuhi dan diteladani. Guru atau syeikh inilah yang akan memberikan bimbingan tentang segala hal yang harus dipersiapkan dalam perjalanan haji mereka.

HAJI


Menurut syari’at Islam, ibadah haji dilakukan dengan cara   berkunjung ke Ka’bah di Mekkah. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah ;
1. Berpakaian dengan pakaian ihram yang melambangkan tanggal dan tinggalnya dunia dan keduniaan ini dari sisi kita, dan tiba di Mekkah dalam keadaan suci.
2.  Melakukan tawaf sebanyak tujuh kali putaran mengelilingi Ka’bah yang melambangkan penyerahan yang penuh kepada Allah SWT.